Masa pemerintahan Raffles relatif singkat, yaitu dari 1811 hingga 1816, tetapi meninggalkan dampak dan perubahan yang signifikan. Masa ini terjadi dalam konteks Perang Napoleon di Eropa, di mana Belanda diduduki oleh Prancis dan menjadi sekutu Prancis.

Latar Belakang: Mengapa Raffles yang Berkuasa?

  • Perang Napoleon: Belanda, yang dikuasai Prancis, menjadi musuh Inggris.
  • Deklarasi Kew (Kew Letters): Pada 1811, Pangeran William V dari Belanda yang diasingkan (yang bersekutu dengan Inggris) menandatangani surat perintah yang memerintahkan pihak kolonial Belanda di Hindia untuk menyerahkan wilayahnya kepada Inggris agar tidak jatuh ke tangan Prancis.
  • Invasi Inggris ke Jawa: Dipimpin oleh Lord Minto, Gubernur Jenderal Inggris di India, pasukan Inggris menyerang dan berhasil mengalahkan pasukan Belanda-Prancis di Jawa. Lord Minto kemudian menunjuk Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan Gubernur untuk memimpin Jawa dan wilayah sekitarnya.

Kebijakan-Kebijakan Penting Raffles

Pemerintahan Raffles didasari oleh semangat liberalisme dan prinsip-prinsip pemerintahan kolonial Inggris. Berikut adalah kebijakan-kebijakan utamanya:

1. Bidang Pemerintahan dan Hukum

  • Sistem Pemerintahan Langsung: Raffles memberlakukan sistem pemerintahan langsung oleh pemerintah kolonial Inggris, berbeda dengan sistem tidak langsung Belanda yang memanfaatkan penguasa pribumi (bupati).
  • Mengurangi Kekuasaan Bupati: Status bupati diturunkan dari penguasa feudal menjadi pegawai pemerintah kolonial yang digaji. Hal ini melemahkan kekuasaan tradisional dan memusatkan kendali di tangan Raffles.
  • Pembagian Wilayah: Membagi Pulau Jawa menjadi 16 Karesidenan (Residency). Setiap karesidenan dipimpin oleh seorang Residen bangsa Eropa yang bertanggung jawab langsung kepada pemerintah pusat. Sistem karesidenan ini kemudian diteruskan oleh Belanda.

2. Bidang Ekonomi (Yang Paling Terkenal)

  • Sistem Sewa Tanah (Landrente): Ini adalah kebijakan ekonomi paling penting Raffles. Sistem ini menghapuskan sistem penyerahan wajin dan kerja rodi (contohnya dari masa VOC).
    • Konsep: Rakyat (petani) dianggap sebagai penyewa tanah dari pemerintah. Sebagai gantinya, mereka harus membayar pajak (sewa) berupa uang tunai kepada pemerintah kolonial.
    • Tujuan: Meningkatkan produksi pertanian dan peredaran uang, serta melindungi petani dari eksploitasi penguasa pribumi.
    • Kegagalan: Sistem ini gagal karena:
      1. Masyarakat belum terbiasa dengan ekonomi uang.
      2. Sulitnya mengukur tanah dan menentukan besaran pajak.
      3. Kekurangan pegawai yang jujur dan cakap.

3. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan

Raffles adalah seorang intelektual yang sangat tertarik dengan sejarah dan budaya Jawa. Kontribusinya di bidang ini sangat besar dan abadi:

  • Menulis Buku The History of Java (1817): Buku monumental ini menjadi sumber pengetahuan mendalam pertama tentang sejarah, budaya, adat istiadat, geografi, dan keadaan masyarakat Jawa bagi dunia Barat.
  • Merintis Kebun Raya Bogor: Pada 1817, Raffles mendirikan kebun botani di halaman Istana Bogor, yang kelak menjadi Kebun Raya Bogor yang terkenal.
  • Menemukan Candi Borobudur: Atas petunjuk penduduk setempat, Raffles memerintahkan pengawalnya, Cornelius, untuk membersihkan dan membuka Candi Borobudur dari semak belukar pada 1814, sehingga mengangkatnya ke pengetahuan dunia internasional.
  • Mendirikan Lembaga Ilmu Pengetahuan: Ia mendirikan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (sekarang Museum Nasional Indonesia).

4. Bidang Sosial

  • Melarang Perdagangan Budak: Raffles secara prinsipil menentang perbudakan dan melarang perdagangan budak di wilayah kekuasaannya, meskipun pelaksanaannya tidak sepenuhnya berhasil.
  • Penghapusan Kerja Rodi (kecuali untuk pembangunan jalan): Ia menghapuskan sistem kerja paksa yang memberatkan rakyat.

Akhir Pemerintahan dan Warisan

  • Kembalinya Jawa ke Belanda: Setelah kekalahan Napoleon di Eropa, berdasarkan Konvensi London (1814), semua wilayah jajahan Belanda yang direbut Inggris harus dikembalikan. Pada 1816, kekuasaan atas Hindia Belanda secara resmi dikembalikan kepada Belanda.
  • Warisan: Meski singkat, pemerintahan Raffles meninggalkan warisan penting:
    • Sistem pemerintahan melalui residen dan pembagian karesidenan diteruskan oleh Belanda.
    • Landrente, meski gagal, menjadi eksperimen penting yang mempengaruhi kebijakan pajak tanah Belanda selanjutnya.
    • Karyanya di bidang ilmu pengetahuan, terutama The History of Java, telah meletakkan dasar-dasar ilmu Jawa (Javanology) dan arkeologi modern di Indonesia.