Ranahbelajar.xyz - Halo sobat ranah, kali ini kita akan membahas mengenai zaman mesolitikum. Zaman mesolitikum atau yang sering disebut dengan zaman batu madya, merupakan periode perkembangan teknologi manusia setelah zaman batu tua.
Diperkiraan berlangsung pada masa Holosen, sekitar 10 ribu tahun yang lalu. Kehidupan manusia yang hampir sama dengan zaman batu tua. Manusia di zaman ini dalam mencari makanan masih sama yaitu tergantung dengan alam, bedanya dizaman ini sudah mengenal pembagian tugas. untuk yang laki-laki bertugas berburu, sedangkan perempuan bertugas menjaga anak, mengumpulkan makanan berupa tumbuhan-tumbuhan serta hewan-hewan kecil, dan juga memasak.
hal ini mengenal mereka dengan mengenal bertempat tinggal menetap meskipun sementara (semi-sedenter), terutama di gua-gua payung atau disebut dengan (abris sous roche). mereka memilih gua-gua yang dekat dengan sumber makanan dan sumber air.
Sumber makanan ini berupa ikan, kerang, dan siput. selain di gua-gua ada juga yang tinggal di tepi pantai, yang mana tergantung sepenuhnya dengan makan-makanan yang ada di laut. Hal ini terbukti dengan penemuan berupa tumpukan kulit-kulit kerang dan siput atau sering di sebut dengan (kjokkenmoddinger).
Baca juga:
Demokrasi TerpimpinSistem Kepartaian
Teori Masuknya Agama Hindu-buddha di indonesia
Selama tinggal digua-gua mereka juga mengenal tradisi melukis ini terbukti dengan adanya lukisan berbentuk tangan tangan didinding-dinding gua. Lukisan-lukisan ini menggambarkan tentang perjuangan, pengalaman, harapan hidup dan bahkan kepercayaan mereka.
Dizaman ini untuk pertama kalinya manusia purba mengenal api. Semua ini tidak terlepas dari perkembangan otak manusia yang sudah berkembang. Api tersebut digunakan manusia purba untuk , menghangatkan badan, meghalau binatang buas, memasak makanan.
Manusia pendukung di zaman mesolitikum adalah bangsa melanosoid, yang diperkirakan merupakan nenek moyang orang Sakai, Aeta, Aborigin serta Papua.
Pada tahap akhir dari zaman ini mereka telah mengenal cara bercocok tanam yang sangat sederhanadan dilakukan dengan berpindah-pindah menurut kesuburan tanah. Hutan tersebut yang akan dijadikan tanah pertanian itu pertama-tama dibakar terlebih dahulu dan di bersihkan (Slash and Burn). mereka menanam umbi-umbian. Hasil kebudayaan ini berupa serpi bilah(flake), alat tulang(pable) dan kapak genggam sumatra.
0 Comments