Halo sobat ranah belajar dalam mempelajari ilmu sejarah, kita tidak hanya menggali sebuah informasi dari peristiwa masa lalu. 

Lebih dari itu, karena proses peristiwa sejarah harus terlebih dahulu direkontruksi secara obyektif. 

Maka itu, dalam mengungkapkan peristiwa sejarah dibutuhkan berfikir secara diakronik dan sinkronik. 

dengan mempelajari konsep tersebut kita akan mampu mempelajari suatu peristiwa sejarah dari berbagai aspek serta mengetahui kronologinya. 

Baca juga: 

Kerajaan Sriwijaya: Sejarah Berdiri serta Runtuhnya 

Zaman Megalitikum 

Diakronik 

Secara bahasa, diakronik berasal dari bahasa latin, kata dia memiliki arti melalui atau melampaui. Sedangkan chronicus berarti waktu. 

Diakronis maksudnya adalah memanjang dalam waktu dan menyempit dalam ruang. Berfikir secara diakronis bisa disebut berfikir secara kronologis atau berurutan. 

Supaya lebih paham apa yang di maksud dengan kronologis. jadi yang di maksud dengan kronologis ialah catatan kejadian - kejadian yang mana di urutkan sesuai dengan waktu dan kejadiannya. 

Sebuah peristiwa biasanya di analisis oleh para sejarawan dengan metode pendekatan diakronik. 

Sinkronik

Sedangkan sinkronik berasal dari bahasa Yunani yaitu syn yang berarti dengan dan chronos memiliki arti waktu atau masa. 

Baca juga: RPP Daring Sejarah Indonesia Kelas XI

Secara makna, Sinkronik berarti meluas dalam ruang dan menyempit dalam waktu. Jadi, jika kita mempelajari sejarah dengan sinkronik ini bisa mengetahui berbagai aspek itu dapat mempengaruhi terjadinya suatu peristiwa sejarah dalam titik waktu tertentu. 

Dengan mempelajari keduanya kita bisa lebih dalam dan detail dalam mempelajari sejarah tersebut.