Ranahbelajar.xyz- Halo Sobat Ranah, Kali ini kita akan membahas mengenai sebuah kerajaan yang di zaman dulu sangat besar, yaitu kerajaan sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya ini menjadi bukti bahwa agama Buddha pernah besar di Indonesia. Kerajaan Sriwijaya selain menjadi penganut agama Buddha, pernah juga menjadi pusat pengajaran agama Buddha juga loh.. Yuk simak penjelasan nya.
Kerajaan Sriwijaya merupkan sebuah kerajaan maritim, berdiri pada abad ke-7 M. Kerajaan ini berlokasi di daerah Palembang, Sumatra. Kekuasaan Sriwijaya meliputi kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Raja Pertama Kerajaan Sriwijaya bernama Dapunta Hyang yang terkenal dengan nama Sri Jayanasa, berkuasa dari 671 M -728M. Kerajaan ini terkenal dengan armada maritimnya yang terkenal kuat.
Kerajaan Sriwijaya dapat dikatakan sebagai pusat kebudayaan, peradaban serta ilmu pengetahuan agama Buddha. Jadi, para biksu dari berbagai penjuru datang dan tinggal dalam waktu yang sangat lama untuk mempelajari ajaran agama Buddha.
Baca Juga:
Teori Masuknya Agama Hindu-Buddha di Indonesia
Masa Sistem Kepartaian di Indonesia
Dharmakrti merupakan sosok yang sangat penting yang membuat terkenalnya Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran ajaran Buddha. Ia adalah seorang biksu tertinggi di Kerajaan Sriwijaya yang memiliki pengetahuan luas tentang ajaran Buddha. Bahkan, ia pernah menyusun kritik terhadap isi kitab Abhisamayalakara.
Kerajaan Sriwijaya mencapai kejayaan nya saat dibawah kepemimpinan Raja Balaputradewa (856 M) pada abad ke 9. Jadi siapa itu Balaputradewa?
Balaputradewa merupakan anak dari Samaratungga, Raja Mataram Kuno, yang masi keturunan Dinasti Syailendra.
Dibawah kepemimpinan balaputradewa pengaruh Kerajaan Sriwijaya semakin meluas dari menguasai perdagangan di jalur Selat Malaka hingga ke Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya Sematra, serta sebagian Pulau Jawa.
Meskipun sudah mencapai puncaknya Kerajaan Sriwijaya juga kehilangan kekuasaannya di daerah Jawa, ini tercatat di prasasti Nalanda.
Setelah itu, adanya penyerangan dari Kerajaan Medang dari Jawa, serangan ini terjadi pada 988 hingga 992 M tepat ketika Sri Cudamani Wardena memimpin. Akan tetapi serangan tersebut bisa diatasi oleh Sriwijaya yang mana memukul mundur musuh pada saat itu.
Baca Juga:
Masa Demokrasi Terpimpin di Indonesia
Namun itu bukanlah penyerangan satu satunya, memasuki abad ke 11, Sriwijaya mendapat serangan kembali oleh kerajaan lain yaitu dari Kerajaan Chola dari India Selatan pada 1017 dan 1025, yang mana berhasil menduduki beberapa wilayah kekuasaan Sriwijaya.
Selain diserang kerajaan lain, Kondisi alam juga mempengaruhi runtuhnya Sriwijaya. Inilah sekilas penjelasan mengenai sejarah berdirinya dan runtuhnya Kerajaan Sriwijaya.
0 Comments