Ranahbelajar.xyz-Partai Politik Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan hal tersebut, tapi apakah kalian tahu apa pengertian dari partai politik?

Jadi yang dimaksud dengan partai politik adalah suatu kelompok terorganisir yang dimana anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai dan juga memiliki cita -cita yang sama. Tujuan dari dibentuknya partai politik yaitu untuk memperoleh, merebut, dan mempertahankan kekuasaannya secara konstitusional. 

Setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah RI kemudian membuat lembaga parlemen yang berfungsi sebagai perwakilan rakyat. lembaga parlemen ini meliputi DPR dan MPR, selain itu membutuhkan adanya perangkat organisasi politik, yaitu partai politik. Pada tanggal 23 Agustus 1945 pernah berkeingnan untuk menjadikan PNI sebagai partai tunggal namun hal tersebut tidak dapat diwujudkan. Pemerintah mengeluarkan maklumat untuk pembuatan partai politik pada tanggal 3 November 1945 diantaranya yaitu: 
  • Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dipimpin Dr. Sukirman Wiryosanjoyo berdiri 7 November 1945 
  • Partai Nasional Indonesia (PNI) dipimpin Sidik Joyosukarto berdiri 29 Januari 1945 
  • Partai Sosialis Indonesia (PSI) dipimpin Amir Syarifuddin 20 November1945 
  • Partai Komunis Indonesia (PKI) dipimpin Mr. Moh. Yusuf berdiri 7 November 1945 
  • Partai Buruh Indonesia (PBI) dipimpin Nyono berdiri 8 November 1945 
  • Partai Rakyat Jelata (PRJ) dipimpin Sutan Dewanis berdiri 8 November 1945 
  • Partai Keristen Indonesia (Parkindo) dipimpin Ds. Probowinoto 10 November 1945
Indonesia pada masa Demokrasi Liberal menganut sistem kepartaian multi partai. Menurut Hatta pembentukan partai politik ini bertujuan untuk mudah dalam mengukur kekuatan perjuangan kita dan untuk mempermudah dalam meminta tanggung jawab kepada pemimpin-pemimpin barisan perjuangan. 

        Baca juga: 

Walaupun pada kenyataannya partai-partai politik tersebut cenderung memperjuangkan kepentingan golongan dari pada kepentingan Nasional. Partai-partai politik juga mereka saling bersaing, saling mencari kesalahan satu sama lain, dan saling menjatuhkan. Mereka yang tidak memegang jabatan dalam kabinet sering melakukan oposisi yang kurang sehat. Hal tersebuut menyebabkan pada era ini sering terjadinya pergantian kabinet, mengakibatkan kabinet tidak berumur panjang serta program-programnya banyak yang tidak tercapai, menyebabkan terjadinya instabilisasi nasional baik di bidang politik, sosial ekonomi dan keamanan. 

Kondisi seperti inilah yang mendorong Presiden Soekarno mencari solusi utuk membangun kehidupan politik Indonesia yang akhirnya membawa Indonesia dari sistem Demokrasi Liberal menuju Demokrasi Terpimpin. 

        Baca juga: