Pengertian Sumber Sejarah
Sumber sejarah adalah segala sesuatu, baik yang berwujud (konkret) maupun tidak berwujud (abstrak), yang dapat digunakan sebagai bahan atau bukti untuk merekonstruksi dan menafsirkan peristiwa yang terjadi di masa lalu. Sumber sejarah merupakan "bahan baku" bagi sejarawan untuk menyusun sebuah kisah sejarah yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tanpa adanya sumber, sebuah peristiwa di masa lalu hanya akan menjadi mitos atau legenda. Oleh karena itu, otentisitas dan validitas sumber sejarah harus diuji melalui proses kritik atau verifikasi sumber sebelum digunakan.
Jenis-jenis Sumber Sejarah
Sumber sejarah dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama: berdasarkan sifatnya dan berdasarkan bentuknya.
Berdasarkan Sifatnya
Klasifikasi ini membedakan sumber berdasarkan kedekatannya dengan peristiwa yang terjadi.
Sumber Primer
Sumber primer adalah kesaksian atau bukti dari seseorang yang melihat, mengalami, atau terlibat langsung dalam suatu peristiwa sejarah. Sumber ini dibuat pada saat peristiwa itu terjadi atau sezaman dengannya. Sumber primer dianggap memiliki tingkat keaslian (orisinalitas) yang paling tinggi.
Contoh Sumber Primer:
Prasasti: Batu bertulis yang dibuat oleh sebuah kerajaan pada masanya. Contoh: Prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai.
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Dokumen asli yang ditulis tangan oleh Soekarno dan diketik oleh Sayuti Melik.
Catatan Harian: Buku harian pribadi seorang tokoh. Contoh: Catatan harian Sutan Sjahrir.
Surat-menyurat: Korespondensi antar individu atau lembaga. Contoh: Surat-surat R.A. Kartini kepada sahabat penanya di Belanda.
Artefak: Benda-benda peninggalan yang berasal langsung dari zaman tersebut. Contoh: Fosil manusia purba di Sangiran.
Foto atau Film Dokumenter: Gambar atau rekaman yang diambil langsung saat peristiwa berlangsung.
Sumber Sekunder
Sumber sekunder adalah karya atau tulisan yang dibuat berdasarkan atau dengan merujuk pada sumber-sumber primer. Penulis sumber sekunder tidak terlibat langsung dalam peristiwa yang dikisahkannya. Sumber ini merupakan hasil interpretasi, analisis, atau ulasan terhadap sumber primer.
Contoh Sumber Sekunder:
Buku Sejarah: Buku pelajaran sejarah di sekolah atau buku-buku karya sejarawan. Contoh: Buku Sejarah Nasional Indonesia.
Biografi: Kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain setelah tokoh tersebut wafat atau di masa tuanya.
Sumber Tersier
Sumber tersier adalah kumpulan atau daftar yang merangkum informasi dari sumber primer dan sekunder. Fungsinya lebih sebagai petunjuk untuk menemukan sumber lain.
Contoh Sumber Tersier:
Ensiklopedi
Bibliografi (daftar pustaka)
Berdasarkan Bentuknya
Klasifikasi ini membedakan sumber dari wujud fisik atau mediumnya.
Sumber Tertulis
Sumber yang memberikan informasi sejarah dalam bentuk tulisan.
Contoh Sumber Tertulis:
Naskah Kuno/Kitab: Seperti Kitab Negarakertagama atau Sutasoma.
Surat Kabar/Koran: Berita yang terbit pada zaman tertentu.
Sumber Lisan
Informasi yang didapatkan langsung dari penuturan para pelaku atau saksi sejarah melalui teknik wawancara. Metode ini sering disebut sebagai oral history.
Contoh Sumber Lisan:
Wawancara dengan seorang veteran perang kemerdekaan untuk mengetahui suasana pertempuran saat itu.
Sumber Benda (Artefak)
Sumber yang berupa benda-benda fisik peninggalan budaya dari masa lampau.
Contoh Sumber Benda:Bangunan: Candi, masjid kuno, istana, benteng. Contoh: Candi Borobudur, Istana Maimun.
Sumber Audio-Visual
Sumber sejarah yang berupa rekaman suara (audio), gambar (visual), atau keduanya. Sumber jenis ini umumnya berasal dari era modern (abad ke-20 dan seterusnya).
Contoh Sumber Audio-Visual:
Rekaman Suara: Rekaman pidato Bung Tomo yang membakar semangat perjuangan.
1 Comments
terimakasih sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas
ReplyDelete